Delegasi AdMI 2016 Berprestasi (Administrasi Publik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)


Temu Administrator Muda Indonesia (ADMI) merupakan pertemuan setiap tahun sejak tahun 2004 yang diikuti oleh perwakilan mahasisiswa Administrasi Negara (AN) atau Administrasi Publik (AP) di seluruh Indonesia. Namun sebenarnya, acara temu mahasiswa AN ini bukanlah forum pertama yang dilakukan. Sebelumnya terdapat suatu organisasi yang menjadi wadah perkumpulan mahasiswa AN. Sayang sekali sejak awal berdirinya forum mahasiswa AN dan ADMI hingga sekarang, dokumentasi dan informasi sejarah mengenai dua forum tersebut sangat minim.

Persatuan Nasional Mahasiswa Administrasi Negara
Pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto, terbentuk suatu organisasi mahasiswa AN yang bernama Persatuan Nasional Mahasiswa Administrasi Negara. Hingga saat ini belum terlacak secara pasti kapan didirikannya organisasi tersebut, namun apabila diperkirakan organisasi ini didirikan tahun 1980. Salah satu pembesar organisasi tersebut adalah Bapak Priyo Budi Santoso.
Persatuan Nasional Mahasiswa Administrasi Negara dalam perjalanannya mengalami banyak hambatan, salah satunya adalah terselip kepentingan politik yang masuk ke dalam organisasi. Banyak kepentingan politik yang di bawa oleh pembesar-pembesar organisasi tersebut. Seperti contoh background Bapak Priyo yang sejak awal sebagai kader dari Himpunan Mahasiswa Indonesia sekaligus sebagai kader partai Golkar. Gaung suara kritis organisasi ini pun sebenarnya kurang terdengar. Hingga saat ini sebenarnya belum ada berita atau informasi yang mengatakan bahwa organisasi ini vakum atau bubar, namun setelah Orde Baru jatuh Persatuan Nasional Mahasiswa Administrasi Negara tidak terdengar lagi keberadaannya

Administrator Muda Indonesia
Setelah sekitar lima tahun mahasiswa AN tidak memiliki satu perkumpulan resmi, tahun 2004 digagaslah pembentukan ADMI. Bertempat di Universitas Padjajaran dengan penggagas perwakilan mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Brawijaya, Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, dan Universitas Mulawarman dibentuk suatu wadah perkumpulan mahasiswa tanpa hierarki keorganisasian. Alasan yang dipertahankan hingga saat ini ADMI tidak memiliki hierarki keorganisasian atau tata kelola baku organisasi adalah tidak menginginkan kejadian pertarungan politik intern dalam Persatuan Nasional Mahasiswa Administrasi Negara terulang.
Pembentukan ADMI bertujuan sebagai wadah perkumpulan dan forum komunikasi ilmiah dalam upaya peningkatan kompetensi mahasiswa. Pada mulanya ADMI dirancang terlaksana dua kali dalam setahun, yakni Pra-ADMI dan temu ADMI. Pada pertemuan Pra-ADMI para anggota akan membahas mengenai apa saja persiapan yang diperlukan dalam terselenggaranya ADMI. Namun, entah dimulai tahun berapa, pertemuan Pra-ADMI dihapuskan dan hanya ada satu kali pertemuan yakni pada saat temu ADMI.
Dalam perkembangannya terjadi beberapa kritik terhadap isi kegiatan ADMI. Selama enam tahun (2004-2010) ADMI dianggap hanya forum kumpul-kumpul dan jalan-jalan saja, kurang ada hasil nyata dan tujuan kegiatan forum ini belum jelas arahnya. Karena ketidakjelasan forum ADMI, maka tahun 2005 perwakilan AN UGM memutuskan untuk keluar dalam daftar keanggotaan ADMI. Selama lima tahun lepas sebagai anggota ADMI, tahun 2010 AN UGM kembali menjadi anggota ADMI sekaligus sebagai penggagas rancangan perubahan tubuh ADMI. ADMI mengalami perubahan desain dan terbagi menjadi tiga kluster: (1) Riset yang beranggotakan UGM, Unsoed, Universitas Parahyangan, Universitas Gajah Putih, UIN, Universitas Indraprasta, dan Universitas Tadulako; (2) Keilmuan yang beranggotakan Universitas Brawijaya, Universitas Jember, Universitas Airlangga, STIA Tasikmalaya, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Padjajaran, UPN Yogyakarta, dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa; (3) Media Informasi beranggotakan Universitas Negeri Solo dan Universitas Diponegoro. Ketiga kluster ini berjalan secara terpisah, seperti misal bagian Media dan Informasi berkontribusi sebatas dalam publikasi acara sebelum, hari acara, dan hasil setelah acara berlangsung. Selain mengalami pembentukan kluster, seluruh anggota ADMI yang hadir dalam pertemuan juga diwajibkan membawa satu hasil riset yang akan dipresentasikan bersama dan pada akhirnya temu ADMI akan menghasilkan satu usulan perubahan bagi pemerintah.
Desain kluster yang mambagi ADMI menjadi tiga bagian tidak berlangsung lama. Tahun 2012 terjadi peleburan kluster dengan dorongan keinginan universitas kluster Media dan Informasi yang ingin turut mengemban tanggungjawab dalam hal riset dan kelimuan. Peleburan kluster tersebut dimaksudkan agar semua anggota ADMI mengemban tugas sebagai anggota yang berfungsi sebagai  kajian riset dan kajian keilmuan. Sementara fungsi Media dan Informasi dipengang secara bergiliran oleh tuan rumah acara ADMI.
Keanggotaan ADMI setiap tahunnya dapat berubah-ubah. Tidak ada ketentuan baku yang mengatur keanggotaan tersebut. Secara mudahnya keanggotaan ADMI didasari atas keinginan semata. Seperti contoh UGM dan Universitas Mulawarman sebagai penggagas ADMI pernah suatu waktu keluar dari keanggotaan ADMI dengan alasannya masing-masing. Lalu beberapa tahun kemudia dua universitas ini kembali bergabung dalam keanggotaan ADMI.

Eksistensi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Dalam Temu AdMI
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya juga termasuk dalam salah satu anggota tetap temu AdMI yang dideklarasikan pada tahun 2014 di Universitas Negeri Surabaya. pada saat itu saudara M. Roisul Basyar (2013) dan saudari Tyas Jusnita (2012) adalah perwakilan delegasi dari Untag pada waktu itu. berlanjut saat temu AdMI yang selanjutnya pada tahun 2015 di Universitas Diponegoro Semarang yang lagi-lagi di wakili oleh M. Roisul Basyar (2013), M.S. Santoso (2013), dan Veri Agung (2014). Dari dua kali pertemuan AdMI yang telah diikuti oleh Untag mampu memberikan rangsangan bagi aktivitas kegiatan Mahasiswa baik di Himpunan, Jurusan, maupun Universitas. Dalam temu AdMI 2016 di Universitas Padjadjaran Bandung ini, kami melanjutkan eksitensi Untag dalam pertemuan yang bergengsi ini, Veri Agung (2014) sebagai SC, Riva Sardiana (2014) sebagai Ketua Tim, serta masing-masing anggota Lutfiana Rahma R (2014), Adhitya Nur C (2014), Andrianto Umbu (2015). Semoga dalam pertemuan kali ini delegasi terpilih mampu memberikan manfaat yang mampu memberikan efek domino bagi kehidupan kampus merah putih Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. akhir kata saya mewakili segenap delegasi Untag Surabaya memohon do'a restu kepada seluruh masyarakat kampus semoga kami dapat mengemban tugas dan tanggung jawab ini dengan baik.

Surabaya, 1 Oktober 2016
Veri Agung Aprilyanto


Sumber:
gamapi.fisipol.ugm.ac.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kunjungan Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara Untag Surabaya ke DPRD Jatim

Kegiatan Diskursus minggu I

Kegiatan Diskursus Minggu Kedua