Kegiatan Diskursus minggu I



PERSEPSI MAHASISWA FISIP TERHADAP

MAHASISWA YANG ‘KULIAH-PULANG KULIAH-

PULANG’ (KUPU-KUPU)


   
Oleh :

Divisi Penelitian dan Pengembangan (himanata)






BAB I

PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang Masalah

          Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya merupakan salah satu perguruan

tinggi swasta yang besar di jawa timur.Tak hanya populer di kawasan surabaya,

nama Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya atau populer dengan nama Untag

Surabaya ini juga tak asing di jajaran elit perguruan tinggi di jawa timur.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Untag Surabaya atau FISIP adalah

salah satu fakultas di Untag Surabaya yang memiliki akreditas baik yang tentu

saja tergolong fakultas yang berkwalitas. Namun hal ini kurang dibarengi dengan

kepekaan mahasiswa terhadap lingkungannya. Hal ini terlihat dengan masih

banyaknya mahasiswa yang menerapkan kuliah pulang kuliah pulang atau yang

biasa dikatakan “Kupu-Kupu”.

Mahasiswa kupu-kupu merupakan sebutan bagi mahasiswa yang kurang

tertarik atas kegiatan diluar kegiatan pembelajaran. Mahasiswa ini lebih memilih

untuk pulang seusai kuliah untuk memenuhi kesenangannya sendiri. Tidak ada

minat sedikitpun untuk ikut serta dalam kegiatan organisasi kampus maupun luar

kampus, yang diprioritaskan hanya mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan

tujuan mendapatkan ijazah yang nantinya menjadi modal untuk mendapatkan

pekerjaan dan menumpuk materi sebanyak-banyaknya.

Berangkat dari masalah diatas, kami Himpunan Mahasiswa Administrasi

Publik Untag Surabaya tertarik untuk melakukan suatu survey atau jajak pendapat

kepada seluruh mahasiswa FISIP Untag Surabaya untuk mendapatkan informasi

yang jelas mengenai fenomena mahasiswa kuliah pulang kuliah pulang “Kupu-

kupu”

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana persepsi mahasiswa fisip terhadap mahasiswa yang kuliah

pulang kuliah pulang?

1.3 Tujuan Riset

Untuk mengetahui persepsi mahasiswa fisip terhadap mahasiswa yang

kuliah pulang kuliah pulang?

1.4 Manfaat Riset

Untuk memberikan kesadaran kepada mahasiswa akan fenomena kuliah

pulang kuliah pulang yang terjadi di kalangan mahasiswa




BAB II

LANDASAN BERPIKIR



            Dalam mempelajari metode penelitian yang baik dan benar, seseorang

kiranya mampu memahami dan mengerti secara baik terlebih dahulu tentang apa

itu landasan teori dalam penelitian. Ini merupakan hal yang sangat pengting yang

perlu diperhatikan, diketahui, dan dipahami oleh siapapun mereka yang ingin

melakukan penelitian, karena tanpa mengetahui dan memahami hal tersebut maka

akan sulit bagi mereka untuk dapat melakukan penelitian dengan baik dan benar,

selain itu pula mereka tidak akan mendapatkan hasil penelitian yang valid dan

benar apabila mereka tidak memahami terlebih dahulu apa itu landasan teori.

Dalam Penelitian ini kita menghubungkan mahasiswa yang menerapkan

sistem kuliah pulang kuliah pulang dengan Faham Hedonisme.

Hedonisme adalah paham sebuah aliran filsafat dari Yunani. Tujuan

paham aliran ini, untuk menghindari kesengsaraan dan menikmati kebahagiaan

sebanyak mungkin dalam kehidupan di dunia. Pada waktu itu, hedonisme masih

mempunyai arti positif. Dalam perkembangannya, penganut paham ini mencari

kebahagiaan berefek panjang tanpa disertai penderitaan. Mereka menjalani

berbagai praktik asketis, seperti puasa, hidup miskin, bahkan menjadi pertapa agar

mendapat kebahagiaan sejati. Namun, pada waktu kekaisaran Romawi menguasai

seluruh Eropa dan Afrika, paham ini mengalami pergeseran ke arah negatif dalam

semboyan baru hedonisme. Semboyan baru itu, carpe diem (raihlah kenikmatan

sebanyak mungkin selagi kamu hidup), menjiwai tiap hembusan napas aliran

tersebut. Kebahagiaan dipahami sebagai kenikmatan belaka tanpa mempunyai arti

mendalam.

Dalam penelitian ini kita menggunakan konsep dari Pospoprodijo

(1999:60) yang menyatakan kesenangan atau (kenikmatan) adalah tujuan akhir

hidup dan yang baik yang tertinggi. Namun, kaum hedonis memiliki kata

kesenangan menjadi kebahagiaan. Kemudian Jeremy Bentham dalam

Pospoprodijo (1999:61) mengatakan bahwasanya kesenangan dan kesedihan itu

adalah satu-satunya motif yang memerintah manusia, dan beliau mengatakan juga

bahwa kesenangan dan kesedihan seseorang adalah tergantung kepada

kebahagiaan dan kemakmuran pada umumnya dari seluruh masyarakat. Adapun

hedonisme menurut Burhanuddin (1997:81) adalah sesuatu itu dianggap baik,

sesuai dengan kesenangan yang didatangkannya. Disini jelas bahwa sesuatu yang

hanya mendatangkan kesusahan, penderitaan dan tidak menyenangkan, dengan

sendirinya dinilai tidak baik. Orang-orang yang mengatakan ini, dengan

sendirinya, menganggap atau menjadikan kesenangan itu sebagai tujuan hidupnya.

Menurut Aristoteles dalam Russell (2004:243) kenikmatan berbeda

dengan kebahagiaan, sebab tak mungkin ada kebahagiaan tanpa kenikmatan. Yang

mengatakan tiga pandangan tentang kenikmatan: (1) bahwa semua kenikmatan

tidak baik; (2) bahwa beberapa kenikmatan baik, namun sebagian besar buruk; (3)

bahwa kenikmatan baik, namun bukan yang terbaik. Aristoteles menolak pendapat

yang pertama dengan alasan bahwa penderitaan sudah pasti buruk, sehingga

kenikmatan tentunya baik. Dengan tepat ia katakan bahwa tak masuk akal jika

dikatakan bahwa manusia bisa bahagia dalam penderitaan: nasib baik yang

sifatnya lahiriyah, sampai taraf tertentu, perlu bagi terwujudnya kebahagiaan. Ia

pun menyangkal pandangan bahwa semua kenikmatan bersifat jasmaniah; segala

sesuatu mengandung unsur rohani, dan kesenangan mengandung sekian

kemungkinan untuk mencapai kenikmatan yang senantiasa kenikmatan yang

tinggal dan sederhana. Selanjutnya ia katakan kenikmatan buruk akan tetapi itu

bukanlah kenikmatan yang dirasakan oleh orang-orang yang baik, mungkin saja

kenikmatan berbeda-beda jenisnya dan kenikmatan baik atau buruk tergantung

pada apakah kenikmatan itu berkaitan dengan aktivitas yang baik atau buruk.

Honis O. Kallsoff dalam Soerjono Soemardjo (1996 : 359) manusia dalam

kenyataannya mencari kenikmatan (hedonisme psikologis) dengan prinsip yang

mengatakan bahwa mausia seharusnya mencari kenikmatan (hedonisme etis).

Disini jelas bahwa hedonisme ialah perbuatan yang diantara segenap perbuatan

yang dapat dilakukan oleh seseorang akan membawa orang tersebut merasakan

kebahagiaan yang sebesar-besarnya.





BAB III

METODE RISET



3.1 Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.

3.2 Teknik Pengambilan Data

Penelitian ini menggunakan teknik penggalian data dengan cara survey.

3.3 Sumber Data

Penelitian ini sumber datanya diperoleh dari

3.3.1 Dokumen, maksudnya data tentang konsep ataupun teori diperoleh

dari studi kepustakaan.

3.3.2 Survey, dengan memperoleh data dari penyebaran pooling atau

jajak pendapat lewat responden yang terdiri dari seluruh mahasiswa

Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik di lingkungan Universitas 17

Agustus 1945 Surabaya.

3.4 Teknik Analisa Data

Penelitian ini menggunakan analisa kualitatif, maksudnya hasil data yang

diperoleh diberi makna atau diintepretasi.




BAB IV

PENYAJIAN DATA DAN PEMBAHASAN



        Dalam proses jajak pendapat yang kami lakukan di lingkungan kampus

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya,

diperoleh hasil sebagai berikut:

Keterangan Jumlah Prosentase :

1. Laki-laki 54 54%

2. Perempuan 46 46%

Dari hasil survey yang telah kami lakukan di lingkungan kampus

Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

diperoleh prosentase laki-laki sebesar 54% lebih besar dibanding prosentase

perempuan sebesar 46%. Perolehan ini dapat kita simpulkan bahwasanya sebagian

besar mahasiswa yang belajar di FISIP Untag Surabaya adalah laki-laki. Tetapi

tidak menutup kemungkinan data yang kami peroleh tidak sesuai dengan data real

dari pihak Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya karena keterbatasan kami dalam

penyebaran kuisioner yang tidak merata.

Keterangan Jumlah Presentase :

1. Semester 1 25 25%

2. Semester 3 30 30%

3. Semester 5 37 37%

4. Semester 7 8 8%

Data survey yang kami lakukan di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

diperoleh dari sebagian mahasiswa semester 1 dengan prosentase 52%.

Selanjutnya dari mahasiswa semester 7 sebesar 25% yang lebih besar dari

mahasiswa semester 5 dengan 12% dan mahasiswa semester 3 yang hanya 11%.

Pengambilan sample ini juga berpengaruh terhadap jumlah prosentase semester

karena dilakukan pada saat jam istirahat di lingkungan kampus Universitas 17

Agustus 1945 Surabaya.

Keterangan Jumlah Prosentase :

1. Administrasi Publik 35 35%

2. Administrasi Bisnis 20 20%

3. Ilmu Komunikasi 45 45%

Dari data Jurusan/Program Studi juga dapat kami peroleh jumlah sasaran

Prodi dengan prosentase terbanyak yaitu Administrasi Bisnis dengan 36%, Prodi

Ilmu Komunikasi dengan perolehan 34%, dan Prodi Administrasi Publik sebesar

30%.

Keterangan Jumlah Prosentase :

1. Metropolitan 38 38%

2. Urban 62 62%

Dari survey yang kami lakukan di FISIP Untag Surabaya, kami

memperoleh prosentase sejumlah 62% mahasiswa yang berasal dari kota kategori

metropolitan sedangkan sisanya, 38% berasal dari daerah lain. Hal ini dikarenakan

letak Untag Surabaya yang berada di kota Surabaya.

Tabel Jawaban Soal Nomor 1 “Apakah pandangan hidup menurut anda?”

Keterangan Jumlah Prosentase :

A Kesejahteraan ekonomi dan sehat 45 45%

B Derajat keilmuan dan

bermasyarakatan

55 55%

Dari data jawaban nomor satu dengan pertanyaan “apakah pandangan

hidup menurut anda?” kami mendapatkan hasil sebesar 45% mahasiswa FISIP

menjawab A (Kesejahteraan ekonomi dan sehat) dan sebesar 55% dengan

jawaban B (Derajat keilmuan dan bermasyarakat), Sehingga kami dapat menarik

kesimpulan dari data bahwa mahasiswa FISIP berpandangan hidup pada derajat

keilmuan dan bermasyarakatan.

Jika kita dasarkan atas konsep Hedonisme menurut Pospoprodijo

(1999:60) kesenangan atau (kenikmatan) adalah tujuan akhir hidup dan yang baik

yang tertinggi. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa fisip lebih memandang

derajat keilmuan dan kemasyarakatan menjadi tujuan akhir hidup yang baik dan

yang tertinggi. Hal ini menyatakan bahwa mahasiswa fisip lebih memilih berbaur

bersama masyarakat atau lingkungan daripada kebutuhan atau mengutamakan

kesenangan diri sendiri.

Tabel Jawaban Soal Nomor 2 “Manakah dibawah ini yang menurut anda

menyenangkan?”

Keterangan Jumlah Prosentase :

A Ide diterima pada karang taruna 25 25%

B Berhasil menyelesaikan tugas

kuliah

75 75%

Dari data jawaban nomor dua dengan pertanyaan “Manakah dibawah ini

yang menurut anda yang menyenangkan?” kami mendapatkan hasil sebesar 25%

mahasiswa yang menjawab A (Ide diterima pada karang taruna), dan sebesar 75%

dengan jawaban B (Berhasil menyelesaikan tugas kuliah). Hasil dari survey

menyimpulkan bahwa keberhasilan menyelesaikan tugas kuliah merupakan suatu

hal yang menyenangkan bagi mahasiswa dibandingkan diterimanya ide di karang

taruna.

Menurut Konsep Burhanuddin (1997:81) hedonisme adalah sesuatu itu

dianggap baik, sesuai dengan kesenangan yang didatangkannya. Disini

menerangkan bahwa menyelesaikan suatu tugas kuliah merupakan kesenangan

atau kebahagiaan yang besar bagi seorang mahasiswa. Jika kita hubungkan

konsep dengan data diatas maka dapat disimpulkan bahwa mahasiswa fisip berarti

mahasiswa fisip lebih memilih mencapai kesenangan diri sendiri atau individu

daripada keberhasilan bersama atau dalam sebuah kelompok/organisasi.

Tabel Jawaban Soal Nomor 3 “Manakah dibawah ini yang anda pilih?”

Keterangan Jumlah Prosentase :

A Menjadi sarjana, harta

tinggal sedikit

62 62%

B Kaya, Tetapi tidak

sarjana

38 38%

Dari data jawaban nomor tiga dengan pertanyaan “Manakah dibawah ini

yang anda pilih?” kami mendapatkan hasil sebesar 62% mahasiswa yang

menjawab A (Menjadi sarjana, harga tinggal sedikit), dan sebesar 38% dengan

jawaban B (Kaya, tetapi tidak sarjana). Dapat disimpulkan berdasarkan survey

bahwasanya Menjadi sarjana tetapi harga tinggal sedikit menjadi pilihan

mayoritas mahasiswa.

Tabel Jawaban Soal Nomor 4 “Manakah dibawah ini yang anda pilih?”

Keterangan Jumlah Prosentase :

A Menjadi Artis 38 38%

B Menjadi Dosen 62 62%

Dari data jawaban nomor tiga dengan pertanyaan “Manakah dibawah ini

yang anda pilih?” kami mendapatkan hasil sebesar 38% mahasiswa yang

menjawab A (Menjadi artis), dan sebesar 62% (Menjadi dosen). Dengan demikian

mahasiswa FISIP lebih memilih menjadi dosen daripada artis.

Jika kita dasarkan atas konsep Honis O. Kallsoff dalam Soerjono

Soemardjo (1996 : 359) manusia dalam kenyataannya mencari kenikmatan

(hedonisme psikologis) dengan prinsip yang mengatakan bahwa mausia

seharusnya mencari kenikmatan (hedonisme etis). Disini jelas bahwa hedonisme

ialah perbuatan yang diantara segenap perbuatan yang dapat dilakukan oleh

seseorang akan membawa orang tersebut merasakan kebahagiaan yang sebesar-

besarnya maka dapat disimpulkan sebagian besar mahasiswa fisip lebih

berorentasi dalam keilmuan daripada kesenangan.




BAB V

PENUTUP


5.1 Kesimpulan

        Berdasarkan dari penelitian dan pembahasan di atas dapat di simpulkan

bahwa mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik masih dalam keadaan ambigu.

Dalam artian bahwa mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik masih

kebingungan antara hedonisme dengan orientasi ke organisasi.Hal tersebut

dibuktikan dengan adanya data survey lapangan yang telah kami dapatkan.

Seperti yang dapat lihat dalam pertanyaan pertama, yakni apakah

pandangan hidup menurut anda? Terdapat 55% mahasiswa yang menjawab derajat

keilmuan dan bermasyarakat. Kemudian terdapat 75% mahasiswa yang menjawab

berhasil menyelesaikan tugas kuliah untuk pertanyaan Manakah dibawah ini yang

menurut anda menyenangkan? Lalu terdapat juga 62% jawaban menjadi sarjana,

harta tinggal sedikit untuk pertanyaan manakah dibawah ini yang anda pilih? Dan

untuk pertanyaan terakhir manakah dibawah ini yang anda pilih? Mendapat

jawaban menjadi dosen dengan prosentase sebesar 62%.

5.2 Saran

          Adanya keberlanjutan penelitian ini untuk menyempurnakan hasil yang

telah diperoleh dalam penelitian yang kami buat.

5.3 Daftar Pustaka

http://purplenitadyah.wordpress.com/hedonisme/ (diakses pada tanggal 12

September 2016 pada pukul 19.00)

eraisna.blogspot.co.id/2014/12/makalah-tentang- paham-duniawi-

hedonisme.html?m=1 (diakses pada tanggal 12 september 2016 pada pukul 19.10)






          Ini nih guys sedikit foto discourse yang dilakukan pada hari Selasa, 20 Septermber 2016 di bawah pohon beringin kampus dan ditemani sinar rembulan hehe :) Tunggu hasil kegiatan kita selanjutnya yaa! 
Tetap Kritis dan Optimis!






























Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kunjungan Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara Untag Surabaya ke DPRD Jatim

Pemahaman Mahasiswa Untag Surabaya terhadap Sumpah Pemuda