TRANSFORMASI KNOWLEDGE DALAM DILEMA MAHASISWA FISIP UNVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA

BAB I
Pendahuluan
  1. Latar Belakang Masalah
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya merupakan salah satu perguruan tinggi swasta di jawa timur yang mampu menghadirkan daya tarik bagi siswa SMA yang baru tamat belajar di sekolahnya. Tak hanya populer di kawasan surabaya, nama Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya atau populer dengan nama Untag Surabaya ini juga tak asing di jajaran elit perguruan tinggi di jawa timur. Setiap tahun jumlah mahasiswa yang mendaftar di Untag Surabaya terus mengalami peningkatan.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Untag Surabaya atau FISIP adalah salah satu fakultas di Untag Surabaya yang juga mengalami kondisi yang sama. Mahasiswa FISIP angkatan 2016 mencapai total 509 mahasiswa. Jumlah tersebut naik 208 mahasiswa jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa FISIP pada angkatan 2015 yang berjumlah 301 mahasiswa.
Jumlah mahasiswa yang tiap tahunnya meningkat tidak diimbangi dengan jumlah dosen yang tiap tahunnya tetap tidak mengalami peningkatan. Dosen dituntut untuk bekerja ekstra karena dampak yang dihasilkan dari peningkatan jumlah mahasiswa Untag Surabaya. Kondisi ini dapat mempengaruhi kinerja dari seorang dosen dalam upaya memberikan suatu pengajaran kepada mahasiswa. Kualitas materi yang diberikan dosen juga menjadi hal yang harus diperhatikan dalam menunjang pembentukan kualitas mahasiswanya.
Berangkat dari masalah diatas, kami Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik Untag Surabaya tertarik untuk melakukan suatu survey atau jajak pendapat kepada seluruh mahasiswa FISIP Untag Surabaya untuk mendapatkan informasi yang jelas mengenai fenomena proses belajar mengajar di lingkungan Untag Surabaya.
  1. Rumusan Masalah
Bagaimana suasana perkuliahan di FISIP Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya?
  1. Tujuan Riset
Untuk mengetahui seberapa besar minat mahasiswa terhadap materi yang di berikan pada saat perkuliahan di Untag Surabaya.
  1. Manfaat Riset
Untuk memberikan masukan kepada dosen terhadap fenomena kegiatan perkuliahan di lingkungan kampus Untag Surabaya.

BAB II
Landasan Berpikir
Dalam mempelajari metode penelitian yang baik dan benar, seseorang kiranya mampu memahami dan mengerti secara baik terlebih dahulu tentang apa itu landasan teori, apa itu yang dimaksud dengan landasan teori dalam penelitian. Ini merupakan hal yang sangat pengting yang perlu diperhatikan, diketahui, dan dipahami oleh siapapun mereka yang ingin melakukan penelitian, karena tanpa mengetahui dan memahami hal tersebut maka akan sulit bagi mereka untuk dapat melakukan penelitian dengan baik dan benar, selain itu pula mereka tidak akan mendapatkan hasil penelitian yang valid dan benar apabila mereka tidak memahami terlebih dahulu apa itu landasan teori.
Dalam penelitian ini kami menggunakan konsep minat menurut Hardjana (1994), minat  merupakan kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu yang timbul karena kebutuhan, yang dirasa atau tidak dirasakan atau keinginan hal tertentu. Minat dapat diartikan kecenderungan untuk dapat tertarik atau terdorong untuk memperhatikan seseorang sesuatu barang atau kegiatan dalam bidang-bidang tertentu (Lockmono, 1994).
Minat dapat menjadi sebab sesuatu kegiatan dan sebagai hasil dari keikutsertaan dalam suatu kegiatan. Karena itu minat belajar adalah kecenderungan hati untuk belajar untuk mendapatkan informasi, pengetahuan, kecakapan melalui usaha, pengajaran atau pengalaman (Hardjana, 1994).
Penelitian ini juga menggunakan konsep gender menurut G.W. Allport 1935 yang dikutip dari David O. Sears (1985: 137) sikap adalah keadaan mental dan saraf dari kesiapan yang diatur melalui pengalaman yang memberikan pengaruh dinamik atau terarah terhadap respon individu pada semua objek dan situasi yang berkaitan dengannya. Berdasarkan pernyataan tersebut sikap sangatlah berpengaruh dalam respon individu terhadap suatu hal. Sebagai contoh adalah kegiatan pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran dibutuhkan adanya respon  dari siswa berupa bentuk interaksi siswa dalam kegiatan pembelajaran. Sikap dapat memengaruhi kehidupan dan keberhasilan.  Begitu  pula sikap  dapat memengaruhi keberhasilan dalam belajar. Dapat diasumsikan, apabila seorang  siswa bersikap negatif terhadap kegiatan pembelajaran yang diikutinya di sekolah,  maka hasil pembelajaran tidak dapat diraih secara maksimal.

BAB III
Metode Riset
            A.Pendekatan Penelitian
      Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.
B. Teknik Pengambilan Data
      Penelitian ini menggunakan teknik penggalian data dengan cara survey.
C. Sumber Data
     Penelitian ini sumber datanya diperoleh dari
   1.      Dokumen, maksutnya data tentang konsep ataupun teori diperoleh dari studi kepustakaan.
     2.      Survey, maksutnya adalah data diperoleh dari penyebaran pooling atau jajak pendapat lewat responden yang terdiri dari mahasiswa seluruh Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik di lingkungan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
D. Teknik Analisa Data
    Penelitian ini menggunakan analisa kualitatif, maksutnya hasil data yang diperoleh diberi makna atau diintepretasi.
E. Tim Peneliti
     1. Veri Agung Aprilyanto (1111408611)
     2. Ubaidillah                      (1111408604)

BAB IV
Penyajian Data dan Pembahasan
Dalam proses jajak pendapat yang kami lakukan di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel Jenis Kelamin
No.
Keterangan
Jumlah
Prosentase
1.
Laki-laki
38
38%
2.
Perempuan
62
62%

Dari hasil survey yang telah kami lakukan di lingkungan kampus Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik diperoleh prosentase perempuan sebesar 62% lebih besar dibanding prosentase laki-laki sebesar 38%. Perolehan ini dapat kita simpulkan bahwasanya sebagian besar mahasiswa yang belajar di FISIP Untag Surabaya adalah perempuan. Tetapi tidak menutup kemungkinan data yang kami peroleh tidak sesuai dengan data real dari pihak Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya karena keterbatasan kami dalam penyebaran kuisioner yang tidak merata.
Menurut G.W. Allport 1935 yang dikutip dari David O. Sears (1985: 137) sikap adalah keadaan mental dan saraf dari kesiapan yang diatur melalui pengalaman yang memberikan pengaruh dinamik atau terarah terhadap respon individu pada semua objek dan situasi yang berkaitan dengannya. Berdasarkan pernyataan tersebut sikap sangatlah berpengaruh dalam respon individu terhadap suatu hal. Sebagai contoh adalah kegiatan pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran dibutuhkan adanya respon  dari siswa berupa bentuk interaksi siswa dalam kegiatan pembelajaran. Sikap dapat memengaruhi kehidupan dan keberhasilan.  Begitu  pula sikap  dapat memengaruhi keberhasilan dalam belajar. Dapat diasumsikan, apabila seorang  siswa bersikap negatif terhadap kegiatan pembelajaran yang diikutinya di sekolah,  maka hasil pembelajaran tidak dapat diraih secara maksimal.
Berdasarkan data penelitian dan konsep gender yang didapat, kami menyimpulkan bahwa perempuan lebih mempunyai respon terhadap sesuatu hal dibuktikan dengan jumlah mahasiswa perempuan yang lebih banyak jika dibanding dengan mahasiswa laki-laki.

Tabel Semester
No.
Keterangan
Jumlah
Prosentase
1.
Semester 1
52
52%
2.
Semester 3
11
11%
3.
Semester 5
12
12%
4.
Semester 7
25
25%

            Data survey yang kami lakukan di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya diperoleh dari sebagian mahasiswa semester 1 dengan prosentase 52%. Selanjutnya dari mahasiswa semester 7 sebesar 25% yang lebih besar dari mahasiswa semester 5 dengan 12% dan mahasiswa semester 3 yang hanya 11%. Pengambilan sample ini juga berpengaruh terhadap jumlah prosentase semester karena dilakukan pada saat jam istirahat di lingkungan kampus Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.

Tabel Jurusan/Program Studi
No.
Keterangan
Jumlah
Prosentase
1.
Administrasi Publik
30
30%
2.
Administrasi Bisnis
36
36%
3.
Ilmu Komunikasi
34
34%

            Dari tabel Jurusan/Program Studi juga dapat kami peroleh jumlah sasaran Prodi dengan prosentase terbanyak yaitu Administrasi Bisnis dengan 36%, Prodi Ilmu Komunikasi dengan perolehan 34%, dan Prodi Administrasi Publik sebesar 30%.   

Tabel Asal
No.
Keterangan
Jumlah
Prosentase
1.
Metropolitan
62
62%
2.
Urban
38
38%

            Dari survey yang kami lakukan di FISIP Untag Surabaya, kami memperoleh prosentase sejumlah 62% mahasiswa yang berasal dari kota kategori metropolitan sedangkan sisanya, 38% berasal dari daerah lain. Hal ini dikarenakan letak Untag Surabaya yang berada di kota Surabaya.

Tabel Jawaban Soal Nomor 1 “Apakah dikelas anda merasa terdapat interaksi yang komunikatif ?”
No.
Keterangan
Jumlah
Prosentase
1.
Ya
75
75%
2.
Tidak
10
10%
3.
Ragu-ragu
15
15%

            Dari tabel jawaban nomor satu dengan pertanyaan “apakah dikelas anda merasa terdapat interaksi yang komunikatif?”  kami mendapatkan hasil sebesar 75% mahasiswa FISIP menjawab A (YA), sebesar 10% dengan jawaban B (TIDAK), dan sebesar 15% dengan jawaban C (RAGU-RAGU). Sehingga kami dapat menarik kesimpulan dari data bahwa dalam kegiatan belajar mengajar dalam kelas di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya terdapat interaksi yang komunikatif .
Jika didasarkan konsep minat yang dikembangkan Lockmono, yang mengatakan minat  merupakan kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu yang timbul karena kebutuhan, yang dirasa atau tidak dirasakan atau keinginan hal tertentu. Minat dapat diartikan kecenderungan untuk dapat tertarik atau terdorong untuk memperhatikan seseorang sesuatu barang atau kegiatan dalam bidang-bidang tertentu, sehingga disimpulkan mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya sebagian besar dirasa telah sesuai dengan konsep dari Lockmono sehingga terjadi interaksi yang komunikatif diantara dosen dan mahasiswa.

Tabel Jawaban Soal Nomor 2 “Bagaimana suasana saat perkuliahan berlangsung?”
No.
Keterangan
Jumlah
Prosentase
1.
Sangat Mencekam
3
3%
2.
Normal
69
69%
3.
Santai
28
28%

            Dari tabel jawaban nomor dua dengan pertanyaan “bagaimana suasana saat perkuliahan berlangsung?”  kami mendapatkan hasil sebesar 3% mahasiswa yang menjawab A (sangat mencekam), sebesar 69% dengan jawaban B (normal), dan sebesar 28% dengan jawaban C (santai). Hasil dari survey menyimpulkan bahwa suasana yang terjadi dalam perkuliahan di FIFIP Untag Surabaya berlangsung kondusif (normal).
Data diatas jika ditinjau dari teori Hardjana yang mengatakan minat dapat menjadi sebab sesuatu kegiatan dan sebagai hasil dari keikutsertaan dalam suatu kegiatan. Karena itu minat belajar adalah kecenderungan hati untuk belajar untuk mendapatkan informasi, pengetahuan, kecakapan melalui usaha, pengajaran atau pengalaman. Dari kecenderungan hati untuk mendapatkan informasi, maka tercipta kondisi suasana yang normal dari para mahasiswa dilingkungan kampus Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.

Tabel Jawaban Soal Nomor 3 “Bagaimana minat anda terhadap materi yang diberikan?”
No.
Keterangan
Jumlah
Prosentase
1.
Sangat Menarik
58
58%
2.
Kurang Menarik
42
42%
3.
Tidak Menarik
0
0%

Dari tabel jawaban nomor tiga dengan pertanyaan “bagaimana minat anda terhadap materi yang diberikan?”  kami mendapatkan hasil sebesar 58% mahasiswa yang menjawab A (sangat menarik), sebesar 42% dengan jawaban B (kurang menarik), dan sebesar 0% dengan jawaban C (tidak menarik). Dapat disimpulkan berdasarkan survey bahwasanya materi yang diberikan oleh para dosen sangat menarik minat dari para mahasiswa.
Minat  merupakan kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu yang timbul karena kebutuhan, yang dirasa atau tidak dirasakan atau keinginan hal tertentu. Minat dapat diartikan kecenderungan untuk dapat tertarik atau terdorong untuk memperhatikan seseorang sesuatu barang atau kegiatan dalam bidang-bidang tertentu (Lockmono,1994). Berdasarkan konsep diatas disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya mempunyi minat yang tinggi terhadap materi yang diberikan.
             
BAB V
Penutup
  1. Kesimpulan
Berdasarkan dari penelitian dan pembahasan di atas dapat di simpulkan bawa kondisi perkuliahan di Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial Universitas 17 Agustus Surabaya saat ini berjalan dengan interaksi dan komunikatif dengan prosentase sebear 73% . Interaksi yang komunikatif di dapatkan karena suasana perkuliahan yang cenderung kondusif dibuktikan dengan hasil survey yang kita peroleh sebesar 69% menjawab suasana perkuliahan di FISIP Untag Surabaya dengan situasi yang normal. Serta materi yang di berikan dosen menarik bagi para mahasiswa dengan prosentase sebesar 58% sesuai dengan minat mahasiswa terhadap materi yang diberikan. Jadi pada saat ini dengan kondisi kenaikan jumlah mahasiswa per tahunnya yang tidak dibarengi dengan kenaikan jumlah dosen masih menciptakan suasana kampus yang normal dan kondusif.
  1. Saran.
Adanya keberlanjutan penelitian ini untuk menyempurnakan hasil yang telah diperoleh dalam penelitian yang kami buat.

Daftar Pustaka
Dwi Yuniarti Rohmah, 2014, “Pengaruh Sikap Dangender Terhadap prestasi Belajar Bahasa Indonesia Pada Siswa Smp Negeri Kelas Vii Di Kecamatan Sleman Yogyakarta 2013/2014”. UNY, Yogyakarta.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kunjungan Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara Untag Surabaya ke DPRD Jatim

Kegiatan Diskursus minggu I

Kegiatan Diskursus Minggu Kedua