PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP INTERAKSI KOMUNIKASI, SUASANA DAN MINAT MATERI DALAM PERKULIAHAN DI UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA
BAB I
Pendahuluan
- Latar
Belakang Masalah
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
merupakan salah satu perguruan tinggi swasta di jawa timur yang mampu
menghadirkan daya tarik bagi siswa SMA yang baru tamat belajar di sekolahnya.
Tak hanya populer di kawasan surabaya, nama Universitas 17 Agustus 1945
Surabaya atau populer dengan nama Untag Surabaya ini juga tak asing di jajaran
elit perguruan tinggi di jawa timur. Setiap tahun jumlah mahasiswa yang
mendaftar di Untag Surabaya terus mengalami peningkatan.
Jumlah mahasiswa yang tiap tahunnya
meningkat tidak diimbangi dengan jumlah dosen yang tiap tahunnya tetap tidak
mengalami peningkatan. Dosen dituntut untuk bekerja ekstra karena dampak yang
dihasilkan dari peningkatan jumlah mahasiswa Untag Surabaya. Kondisi ini dapat
mempengaruhi kinerja dari seorang dosen dalam upaya memberikan suatu pengajaran
kepada mahasiswa. Kualitas materi yang diberikan dosen juga menjadi hal yang
harus diperhatikan dalam menunjang pembentukan kualitas mahasiswanya.
Berangkat dari masalah diatas, kami
Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik Untag Surabaya dan Pusat Kajian dan
Pengembangan Administrasi Untag Surabaya tertarik untuk melakukan suatu survey atau
jajak pendapat kepada seluruh mahasiswa Untag Surabaya untuk mendapatkan
informasi yang jelas mengenai fenomena proses belajar mengajar di lingkungan
Untag Surabaya.
- Rumusan
Masalah
Bagaimana
suasana perkuliahan di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya?
- Tujuan
Riset
Untuk
mengetahui seberapa besar minat mahasiswa terhadap materi yang di berikan pada
saat perkuliahan di Untag Surabaya.
- Manfaat
Riset
Untuk
memberikan masukan kepada dosen terhadap fenomena kegiatan perkuliahan di lingkungan
kampus Untag Surabaya.
BAB II
Landasan Berpikir
Dalam mempelajari
metode penelitian yang baik dan benar, seseorang kiranya mampu memahami dan
mengerti secara baik terlebih dahulu tentang apa itu landasan teori, apa itu
yang dimaksud dengan landasan teori dalam penelitian. Ini merupakan hal yang
sangat pengting yang perlu diperhatikan, diketahui, dan dipahami oleh siapapun
mereka yang ingin melakukan penelitian, karena tanpa mengetahui dan memahami
hal tersebut maka akan sulit bagi mereka untuk dapat melakukan penelitian
dengan baik dan benar, selain itu pula mereka tidak akan mendapatkan hasil
penelitian yang valid dan benar apabila mereka tidak memahami terlebih dahulu
apa itu landasan teori.
Dalam penelitian ini kami
menggunakan teori menurut Hardjana (1994), minat merupakan kecenderungan
hati yang tinggi terhadap sesuatu yang timbul karena kebutuhan, yang dirasa
atau tidak dirasakan atau keinginan hal tertentu. Minat dapat diartikan
kecenderungan untuk dapat tertarik atau terdorong untuk memperhatikan seseorang
sesuatu barang atau kegiatan dalam bidang-bidang tertentu (Lockmono, 1994).
Minat dapat menjadi sebab sesuatu
kegiatan dan sebagai hasil dari keikutsertaan dalam suatu kegiatan. Karena itu
minat belajar adalah kecenderungan hati untuk belajar untuk mendapatkan
informasi, pengetahuan, kecakapan melalui usaha, pengajaran atau pengalaman
(Hardjana, 1994).
Penelitian ini juga menggunakan
teori menurut G.W. Allport 1935 yang dikutip dari David O. Sears (1985: 137)
sikap adalah keadaan mental dan saraf dari kesiapan yang diatur melalui
pengalaman yang memberikan pengaruh dinamik atau terarah terhadap respon individu
pada semua objek dan situasi yang berkaitan dengannya. Berdasarkan pernyataan tersebut
sikap sangatlah berpengaruh dalam respon individu terhadap suatu hal. Sebagai
contoh adalah kegiatan pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran dibutuhkan adanya
respon dari siswa berupa bentuk
interaksi siswa dalam kegiatan pembelajaran. Sikap dapat memengaruhi kehidupan
dan keberhasilan. Begitu pula sikap dapat memengaruhi keberhasilan dalam belajar.
Dapat diasumsikan, apabila seorang siswa
bersikap negatif terhadap kegiatan pembelajaran yang diikutinya di sekolah, maka hasil pembelajaran tidak dapat diraih
secara maksimal.
BAB III
Metode Riset
A. Pendekatan
Penelitian
Penelitian
ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.
B. Teknik
Pengambilan Data
Penelitian
ini menggunakan teknik penggalian data dengan cara survey
C. Sumber
Data
Penelitian
ini sumber datanya diperoleh dari
1.Dokumen,
maksutnya data tentang konsep ataupun teori diperoleh dari studi kepustakaan.
2.Survey,
maksutnya adalah data diperoleh dari penyebaran pooling atau jajak pendapat lewat responden yang terdiri dari mahasiswa seluruh Fakultas di lingkungan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
D. Teknik
Analisa Data
Penelitian
ini menggunakan analisa kualitatif, maksutnya hasil data yang diperoleh diberi makna atau diintepretasi.
E. Tim Peneliti
1. Veri Agung Aprilyanto ( 1111408611 )
2. Ubaidillah ( 1111408604 )
3. Jaelani Bayu Alamsyah ( 1111408587 )
4. Wahyu Iman O ( 1111408590 )
BAB IV
Penyajian Data dan Pembahasan
Tabel
Transformasi Knowledge Dalam Dilema Mahasiswa
Tabel
Jenis Kelamin
No.
|
Keterangan
|
Jumlah
|
Prosentase
|
1.
|
Laki-laki
|
45
|
45%
|
2.
|
Perempuan
|
55
|
55%
|
Dari hasil survey
yang telah kami lakukan di lingkungan kampus Universitas 17 Agustus 1945
Surabaya diperoleh prosentase perempuan sebesar 55% lebih besar dibanding
prosentase laki-laki sebesar 45%. Perolehan ini dapat kita simpulkan bahwasanya
sebagian besar mahasiswa yang belajar di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
adalah perempuan. Tetapi tidak menutup kemungkinan data yang kami peroleh tidak
sesuai dengan data real dari pihak Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya karena
keterbatasan kami dalam penyebaran kuisioner yang tidak merata.
Menurut G.W. Allport 1935 yang
dikutip dari David O. Sears (1985: 137) sikap adalah keadaan mental dan saraf dari
kesiapan yang diatur melalui pengalaman yang memberikan pengaruh dinamik atau
terarah terhadap respon individu pada semua objek dan situasi yang berkaitan
dengannya. Berdasarkan pernyataan tersebut sikap sangatlah berpengaruh dalam
respon individu terhadap suatu hal. Sebagai contoh adalah kegiatan pembelajaran.
Dalam kegiatan pembelajaran dibutuhkan adanya respon dari siswa berupa bentuk interaksi siswa dalam
kegiatan pembelajaran. Sikap dapat memengaruhi kehidupan dan keberhasilan. Begitu pula
sikap dapat memengaruhi keberhasilan dalam
belajar. Dapat diasumsikan, apabila seorang siswa bersikap negatif terhadap kegiatan
pembelajaran yang diikutinya di sekolah, maka hasil pembelajaran tidak dapat diraih
secara maksimal.
Berdasarkan data
penelitian dan konsep gender yang didapat, kami menyimpulkan bahwa perempuan
lebih mempunyai respon terhadap sesuatu hal dibuktikan dengan jumlah mahasiswa
perempuan yang lebih banyak jika dibanding dengan mahasiswa laki-laki.
Tabel
Semester
No.
|
Keterangan
|
Jumlah
|
Prosentase
|
1.
|
Semester 1
|
27
|
27%
|
2.
|
Semester 3
|
21
|
21%
|
3.
|
Semester 5
|
20
|
20%
|
4.
|
Semester 7
|
32
|
32%
|
Data
survey yang kami lakukan di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya diperoleh dari
sebagian mahasiswa semester 7 dengan prosentase 32%. Selanjutnya dari Mahasiswa
baru sebesar 27% yang lebih besar dari mahasiswa semester 3 dengan 21% dan
mahasiswa semester 5 yang hanya 20%. Pengambilan sample ini juga berpengaruh
terhadap jumlah prosentase semester karena dilakukan pada saat siang hari di
lingkungan kampus Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
Tabel
Fakultas
No.
|
Keterangan
|
Jumlah
|
Prosentase
|
1.
|
Fakultas Sastra
|
9
|
9%
|
2.
|
FISIP
|
22
|
22%
|
3.
|
Fakultas Hukum
|
12
|
12%
|
4.
|
Fakultas Psikologi
|
21
|
21%
|
5.
|
Fakultas Ekonomi
|
20
|
20%
|
6.
|
Fakultas Teknik
|
16
|
16%
|
Dari
tabel fakultas juga dapat kami peroleh jumlah sasaran fakultas dengan
prosentase terbanyak yaitu FISIP dengan 22%, Fakultas Ekonomi dengan perolehan
20%, Fakultas Psikologi 21%, Fakultas Teknik 16%, Fakultas Hukum 12%, dan
Fakultas Sastra yang hanya 6%. Hasil survey pada Fakultas FISIP menunjukkan
perolehan terbesar yang mungkin didasarkan pada faktor peneliti yang berstatus
mahasiswa FISIP serta kedekatan peneliti dengan mahasiswa FISIP lainnya.
Tabel
Asal
No.
|
Keterangan
|
Jumlah
|
Prosentase
|
1.
|
Metropolitan
|
66
|
66%
|
2.
|
Urban
|
34
|
34%
|
Dari
survey yang kami lakukan di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, kami
memperoleh prosentase sejumlah 66% mahasiswa yang berasal dari kota Surabaya sedangkan
sisanya, 34% berasal dari daerah lain. Hal ini dikarenakan letak Untag Surabaya
yang berada di kota Surabaya.
Tabel
Jawaban Soal Nomor 1
No.
|
Keterangan
|
Jumlah
|
Prosentase
|
1.
|
Jawaban YA
|
73
|
73%
|
2.
|
Jawaban TIDAK
|
12
|
12%
|
3.
|
Jawaban RAGU
|
15
|
15%
|
Dari
tabel jawaban nomor satu dengan pertanyaan “apakah dikelas anda merasa terdapat
interaksi yang komunikatif?” kami
mendapatkan hasil sebesar 73% mahasiswa yang menjawab A (YA), sebesar 12%
dengan jawaban B (TIDAK), dan sebesar 15% dengan jawaban C (RAGU-RAGU).
Sehingga kami dapat menarik kesimpulan dari data bahwa dalam kegiatan belajar
mengajar dalam kelas di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya terdapat interaksi
yang komunikatif .
Jika didasarkan konsep minat yang
dikembangkan Lockmono, yang mengatakan minat merupakan kecenderungan hati
yang tinggi terhadap sesuatu yang timbul karena kebutuhan, yang dirasa atau
tidak dirasakan atau keinginan hal tertentu. Minat dapat diartikan
kecenderungan untuk dapat tertarik atau terdorong untuk memperhatikan seseorang
sesuatu barang atau kegiatan dalam bidang-bidang tertentu, sehingga disimpulkan
mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya sebagian besar dirasa telah
sesuai dengan konsep dari Lockmono sehingga terjadi interaksi yang komunikatif
diantara dosen dan mahasiswa.
Tabel
Jawaban Soal Nomor 2
No.
|
Keterangan
|
Jumlah
|
Prosentase
|
1.
|
Jawaban MENCEKAM
|
4
|
4%
|
2.
|
Jawaban NORMAL
|
65
|
65%
|
3.
|
Jawaban SANTAI
|
3
|
3%
|
Dari
tabel jawaban nomor dua dengan pertanyaan “bagaimana suasana saat perkuliahan
berlangsung?” kami mendapatkan hasil
sebesar 4% mahasiswa yang menjawab A (sangat mencekam), sebesar 65% dengan
jawaban B (normal), dan sebesar 3% dengan jawaban C (santai). Hasil dari survey
menyimpulkan bahwa suasana yang terjadi dalam perkuliahan di Universitas 17
Agustus 1945 Surabaya berlangsung kondusif (normal).
Data diatas jika ditinjau dari teori
Hardjana yang mengatakan minat dapat menjadi sebab sesuatu kegiatan dan sebagai
hasil dari keikutsertaan dalam suatu kegiatan. Karena itu minat belajar adalah
kecenderungan hati untuk belajar untuk mendapatkan informasi, pengetahuan,
kecakapan melalui usaha, pengajaran atau pengalaman. Dari kecenderungan hati
untuk mendapatkan informasi, maka tercipta kondisi suasana yang normal dari
para mahasiswa dilingkungan kampus Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
Tabel
Jawaban Soal Nomor 3
No.
|
Keterangan
|
Jumlah
|
Prosentase
|
1.
|
Jawaban SANGAT MENARIK
|
66
|
66%
|
2.
|
Jawaban KURANG MENARIK
|
33
|
33%
|
3.
|
Jawaban TIDAK MENARIK
|
1
|
1%
|
Dari tabel jawaban
nomor tiga dengan pertanyaan “bagaimana minat anda terhadap materi yang
diberikan?” kami mendapatkan hasil
sebesar 66% mahasiswa yang menjawab A (sangat menarik), sebesar 33% dengan jawaban
B (kurang menarik), dan sebesar 1% dengan jawaban C (tidak menarik). Dapat
disimpulkan berdasarkan survey bahwasanya materi yang diberikan oleh para dosen
sangat menarik minat dari para mahasiswa.
Minat merupakan kecenderungan
hati yang tinggi terhadap sesuatu yang timbul karena kebutuhan, yang dirasa
atau tidak dirasakan atau keinginan hal tertentu. Minat dapat diartikan
kecenderungan untuk dapat tertarik atau terdorong untuk memperhatikan seseorang
sesuatu barang atau kegiatan dalam bidang-bidang tertentu (Lockmono,1994).
Berdasarkan konsep diatas disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya mempunyai minat yang tinggi terhadap materi
yang diberikan.
BAB V
Penutup
- Kesimpulan
Berdasarkan
dari penelitian dan pembahasan di atas dapat di simpulkan bawa kondisi
perkuliahan di Untag Surabaya saat ini berjalan dengan interaksi yang komunikatif dengan 73% menjawab iya. Interaksi yang komunikatif di dapatkan karena suasana perkuliahan
yang cenderung kondusif dibuktikan dengan hasil survey sebesar 65% yang menjawab suasana kuliah normal serta materi yang di berikan dosen menarik bagi para
mahasiswa. Namun dengan kondisi kampus yang normal seperti ini akan berakibat
buruk bagi mahasiswa, apabila ditinjau dari ekspektasi kehidupan kampus Untag
Surabaya yang sesungguhnya. Dan yang menjawab minat pada materi yang diberikan di dalam perkuliahan sebesar 66% . Demikian kesimpulan yang kami dapatkan dari hasil survey yang telah kami lakukan.
- Saran.
Adanya
keberlanjutan penelitian ini untuk menyempurnakan hasil yang telah diperoleh
dalam penelitian yang kami buat.
Daftar Pustaka
Dwi Yuniarti Rohmah,
2014, “Pengaruh
Sikap Dangender Terhadap prestasi Belajar Bahasa Indonesia Pada Siswa Smp
Negeri Kelas Vii Di Kecamatan Sleman Yogyakarta 2013/2014”. UNY,
Yogyakarta.
http://www.sarjanaku.com/2012/12/pengertian-minat-belajar-siswa-menurut.html
(diakses pada tanggal 7 September 2016)

Komentar
Posting Komentar